BAHASA INDONESIA MODUL 3

Di posting oleh Elite pada 05:08 PM, 04-Dec-10

KETERAMPILAN BERBICARA
I. Kemampuan Dasar dalam Kegiatan Berbicara
A. Berdialog
Berdialog dapat diartikan sebagai pertukaran pikiran atau pendapat mengenai sutu topik tertentu antara 2 orang atau lebih. Fungsi utama berdialog adalah bertukar pikiran, mencapai mufakat atau merundingkan sesuatu masalah.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berdialog adalah :
1) Bagaimana menarik perhatian
2) Bagaimana cara mulai dan memprakarsai suatu percakapan
3) Bagaimana menyela, mengoreksi, memperbaiki, dan mencari kejelasan
4) Bagaimana mengakhiri suatu percakapan
B. Menyampaikan Pengumuman
Menyampaikan pengumuman berarti menyampaikan sesuatu hal yang perlu diketahui oleh khalayak ramai. Kegiatan ini dapat diwujudkan dalam bentuk pidato. Ciri-ciri yang harus diperhatikan dalam membaca pengumuman di antaranya , yaitu volume suara harus lebih keras, intonasi yang tepat, dan gaya penampilan yang menarik.
C. Menyampaikan Argumentasi
Salah satu proses komunikasi untuk menyampaikan argumentasi karena harus mempertahankan pendapat, yaitu debat. Setiap pihak yang berdebat akan mengajukan argumentasi dengan memberikan alasan tertentu agar pihak lawan atau peserta menjadi yakin dan berpihak serta setuju terhadap pendapat-pendapatnya (Laksono, 2003:20).
D. Bercerita
Manfaat bercerita di antaranya, yaitu (1) memberikan hiburan, (2) mengajarkan kebenaran, dan (3) memberikan keteladanan.
Seorang pendongeng dapat berhasil dengan baik apabila ia dapat menghidupkan cerita. Artinya, dalam hal ini pendongeng harus dapat membangkitkan daya imajinasi anak. Untuk itu, biasanya pendongeng mempersiapkan diri dengan cara : (1) memahami pendengar, (2) menguasai materi cerita, (3) menguasai olah suara, (4) menguasai berbagai macam karakter, (5) luwes dalam berolah tubuh, dan (6) menjaga daya tahan tubuh.

Selain itu, terdapat enam jurus mendongeng, yaitu : (1) menciptakan suasana akrab, (2) menghidupkan cerita dengan cara memiliki kemampuan teknik membuka cerita, menciptakan susana dramatik, menutup yang membuat penasaran, (3) kreatif, (4) tanggap dengan situasi dan kondisi, (5) konsentrasi total, dan (6) ikhlas.
Nadeak (1987) mengemukakan 18 hal yang berkaitan dengan bercerita, yaitu : (1) memilih cerita yang tepat, (2) mengetahui cerita, (3) merasakan cerita, (4) menguasai kerangka cerita, (5) menyelaraskan cerita, (6) pemilihan pokok cerita yang tepat, (7) menyelaraskan dan menyarikan cerita, (8) menyelaraskan dan memperluas, (9) menyederhanakan cerita, (10) menceritakan cerita secara langsung, (11) bercerita dengan tubuh yang alami, (12) menentukan tujuan, (13) mengenali tujuan dan klimaks, (14) memfungsikan kata dan percakapan dalam cerita, (15) melukiskan kejadian, (16) menetapkan sudut pandang, (17) menciptakan suasana dan gerak, (18) merangkai adegan.
II. Kemampuan Lanjutan dalam Kegiatan Berbicara
A. Musyawarah
Musyawarah mengandung arti perundingan, yaitu membicarakan sesuatu supaya mencapai kata sepakat. Dalam suatu musyawarah yang penting adalah kepentingan orang banyak, setiap orang mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan umum.
Dalam musyawarah biasanya terdapat perbedaan pendapat, tetapi perbedaan itu harus dipadukan. Bila tidak, maka biasa diambil voting (suara terbanyak). Itulah hal yang istimewa dari musyawarah yang berbeda dengan diskusi. Dalam musyawarah selalu ada kesimpulan.
B. Diskusi
Nio (dalam Haryadi, 1981:68) menjelaskan bahwa diskusi ialah proses pelibatan dua orang atau lebih individu yang berinteraksi secara verbal dan tatap muka, tukar-menukar informasi untuk memecahkan masalah. Sementara itu, Brilhart (dalam Haryadi, 1997:68) menjelaskan diskusi adalah bentuk tukar pikiran secara teratur dan terarah dalam kelompok besar atau kelompok kecil dengan tujuan untuk diskusi ialah proses pengertian, kesepakatan, dan keputusan bersama mengenai suatu masalah. Dari kedua batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa esensi diskusi adalah :
1. partisipan lebih dari seorang
2. dilaksanakan dengan bertatap muka
3. menggunakan bahasa lisan
4. bertujuan untuk mendapatkan kesempatan bersama
5. dilakukan dengan cara bertukar informasi dan tanya jawab
Ketika menyampaikan sanggahan, hendaklah disampaikan secara santun, yaitu dengan cara :
1. pertanyaan dan sanggahan diajukan dengan jelas dan tidak berbelit-belit,
2. pertanyaan dan sanggahan diajukan secara santun, menghindari pertanyaan, permintaan, dan perintah langsung,
3. diusahakan agar pertanyaan dan sanggahan tidak ditafsirkan sebagai bantahan atau debat.
Sementara itu, dalam memberikan tanggapan pun harus dipenuhi 4 hal, yaitu :
1. jawaban atau tanggapan harus berhubungan dengan pertanyaan,
2. jawaban harus objektif dan memuaskan berbagai pihak,
3. prasangka dan emosi harus dihindarkan,
4. bersikap jujur dan terus terang apabila tidak bisa menjawab.
C. Pidato
Sebelum melakukan pidato, hal yang perlu diperhatikan adalah analisis terhadap :
1. Jumlah pendengar
2. Tujuan mereka berkumpul
3. Adat kebiasaan mereka
4. Acara lain
5. Tempat berpidato
6. Usia pendengar
7. Tingkat pendidikan pendengar
8. Keterkaitan hubungan batin dengan pendengar
9. Bahasa yang biasa digunakan
Pedoman untuk membuka pidato yang baik adalah :
1. Langsung menyebutkan pokok persoalan
2. Melukiskan latar belakang masalah
3. Menghubungkan dengan peristiwa mutakhir atau kejadian yang tengah menjadi pusat perhatian khalayak.
4. Menghubungkan dengan peristiwa yang sedang diperingati
5. Menghubungkan dengan tempat komunikator berpidato
6. Menghubungkan dengan suasana emosi yang tengah meliputi khalayak
7. Menghubungkan dengan kejadian sejarah yang terjadi masa lalu
8. Menghubungkan dengan kepentingan vital pendengar
9. Memberikan pujian kepada khalayak atas prestasi mereka
10. Memulai dengan pertanyaan yang mengejutkan
11. Mengajukan pertanyaan provokatif atau serentetan pertanyaan
12. Menyatakan kutipan
13. Menceritakan pengalaman pribadi
14. Mengisahkan cerita faktual, fiktif atau situasi hipotesis
15. Menyatakan teori atau prinsip-prinsip yang diakui kebenarannya
16. Membuat humor.
Adapun cara menutup pidato adalah :
1. Menyimpulkan atau mengemukakan ikhtisar pembicaraan
2. Menyatakan kembali gagasan utama dengan kalimat dan kata yang berbeda
3. Mendorong khalayak untuk bertindak
4. Mengakhiri dengan klimaks
5. Menyatakan kutipan Alquran, sajak, peribahasa atau ucapan para ahli
6. Menceritakan tokoh yang berupa ilustrasi dari tema pembicaraan
7. Menerangkan maksud sebenarnya pribadi pembicara
8. Menguji dan menghargai khalayak, dan membuat pernyataan yang humoris atau anekdot lucu.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

2 tanggapan untuk "BAHASA INDONESIA MODUL 3"

sri muliawati pada 10:16 AM, 15-May-13

terimakasihsmile
ini sangat membantu saya, kalau boleh saya ingin share tentang novel?

sri muliawati pada 10:17 AM, 15-May-13

terimakasihsmile
ini sangat membantu saya, kalau boleh saya ingin share tentang novel?

Langgani komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar